Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Perlukah Ada Sensor?

Gambar
https://wepreventcrime.wordpress.com/2015/05/01/sensor-menjaga-kualitas-atau-membatasi-ekspresi/ Saya penggemar film. Banget. Kalo istilah Sunda yang sering ibu saya pakai --> beki . sebulan ndak nonton tu rasanya ada yang kurang dari hidup ini *minta ditampol sendal Saya juga sejak kuliah demen unduh serial-serial film. Ini sebelum demam drakor merebak, ya. Supranatural, Heroes, Vampir Diaries, memenuhi harddisc eksternal. Sampe jebol. Masa-masa demam k-pop pun saya rasakan dengan lembur BBF, fullhouse, dan masih banyak lagi. Nah, karena ke- beki -an saya itulah, saya masih sering simak film-film yang ditayangkan melalui stasiun televisi. Kalau saya suka filmnya, meski udah pernah nonton di bioskop atau bahkan berkali kali diputer di tivi, akan tetap saya tonton. Battleship, The Bourne series, Real Steel, Fast Furious yang entah seri ke berapa, dan Eagle Eye, misalnya. *misalnya kok banyak amat *kretekin jari Hal menyebalkan yang kemudian umumnya saya rasakan adalah...

Sekadar Review 'The Commuter'

Gambar
Saya sebenarnya udah bahas ini di instagram. Baru sekelumit dan masih banyak yang pengin banget saya bahas.  The Commuter. Satu judul film yang awalnya cuma saya lihat trailernya dan agak setengah niat nontonnya. Sebabnya cuma satu: saya nunggu film lain *kok berasa jahad 😱 Ada film baru juga sebenarnya, filmnya Chris Hemsworth, judulnya 12 Strongs. Kehidupan tentara-tentara gitulah. Ternyata film itu belum keluar. Oke fix , gagal nonton. Lalu, ketika kemudian ditawarin dan diajakin nonton The Commuter ini, saya agak ragu. Pertama, beberapa kali saya kecewa sama film dengan ekspektasi yang tinggi gara-gara tokoh yang main di dalemnya. Nah, The Commuter ini satu film yang tokoh utamanya udah wara-wiri di sejumlah film dan saya tonton. Taken 1 sampai 3, The A-team, Battleship, termasuk The Grey yang saya belum pernah nonton.  Di semua film itu, karakter Liam Neeson ini hampir sama: jadi tokoh sentral yang serius, yang tegang, dan bahkan sedih. Saya bahkan lih...

Di-slow-in ajaaa

Gambar
http://www.imgrum.org/user/kartun.muslimah/1592239826/1413569908847725386_1592239826 Pernah enggak si mikir jelek sama orang yang tau-tau belokin motornya atau bahkan mobilnya atau bahkan truk gandengnya *gedhe banget* di jalanan tanpa kasih lampu sign . Kalau istilah Jawanya, riting. Pengin misuh, ya #eh. Alhasil sebagai gantinya biasanya jempol kiri jadi otomatis mencet klakson dengan sangat keras dan penuh nafsu. Kok tahu? Ya karena saya pun begitu😜 Saya sering banget ngalamin kayak gini. Terutama ketika berangkat kerja dan pulangnya. Kesannya kayak jalanan tu jadi lebih panjang jadi semua orang kudu ngegas lebih kenceng dari biasanya biar segera sampai. Kesannya jadi semua orang berasa jadi pembalap karena kalau kesalip kudu buru-buru bales nyalip . Kadang-kadang kudu banyak ngalah daripada saya yang oleng. Kesel? Pasti. Minimal decakan ck! pasti keluarlah selain kata-kata lain yang sekalipun sekuat tenaga saya tahan biar enggak mrucut dari mulut tetep aja kelepasan de...

Blog Baru (lagi)

Gambar
http://2lcar.com/gambar-animasi-kartun-korea-wanita-cantik-berkacamata/  "Blog baru, ya?" Mungkin akan ada yang tanya begitu. Mugkin juga enggak. Mungkin juga enggak ada yang sadar saya punya blog apalagi sampai menyebut saya blogger . Mungkin juga enggak ada yang peduli *sedih 😢 Jadi, beberapa bulan terakhir, saya sering sendirian di rumah *ya karena memang biasnya juga sendirian. suami di negeri seberang *tsahh Otak saya sering nyangkut pada sebuah hal yang pengin banget saya tuliskan. Beberapa bulan terakhir juga saya beberapa kali posting tulisan singkat di Instagram. Sebagian besar tentang film. Selebihnya tentang radom thought yang seringnya berasa terlalu pendek kalau medianya cuma instagram. Lalu, ada teman yang sempet saran, "Buat blog aja, ya!" *yaya panggilan dia buat saya Lalu lagi, saya mikir, saya sering juga di atas motor mikirin sesuatu dan enggak ada media ceritanya. Media buku harian sudah saya tinggalin sejak entah 2 atau 3 tahun l...